gilabalap.com – Pereli dari tim Pertamax Motorsport, Rizal Sungkar mengaku sistem handycap yang diterapkan di kejuaraan Pertamax Sprint Rally 2016 cukup membuatnya kesulitan.
“Non seeded diuntungkan karena tidak dikenakan handycap. Saya sebagai seeded A jadinya harus mengejar waktu secepat mungkin. Karena bila ditambahkan dengan handycap akan menjadi beban,” kata Rizal usai menjalani round 1 Pertamax Sprint Rally beberapa waktu lalu di Sirkuit Tembong Jaya, Serang, Banten.
(Baca juga: Balapan Malam Hari, Rizal Sungkar Tak Terbendung)
Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, peserta Pertamax Sprint Rally dibagi dalam beberapa kategori seperti seeded A, seeded B, non seeded (pemula). Untuk seeded B dikenakan handycap 0,5 detik per 500 m, untuk seeded A kena 1 detik per 500 m, sedangkan untuk non seeded tidak diberikan beban handycap.
“Kalau 25 km seeded A berarti kena 50 detik jadi kita harus maksimal dan nggak bisa anggap enteng. Tapi disitulah challenge kita sebagai senior,” sambungnya.
Lebih jauh Rizal tetap setuju dengan format yang diterapkan. Karena beban handycap membuat persaingan berimbang artinya, pereli senior dan pemula bisa berkompetisi dalam satu kejuaraan dan saling termotivasi untuk mengejar waktu terbaik.
Rizal Sungkar bersama navigator Endrue Fasa di Pertamax Sprint Rally round 1, Tembong Jaya, Serang Banten

