gilabalap.com – Aksi luar biasa ditunjukkan pembalap muda Indonesia, Oliver Sini, saat tampil di ajang Champions of the Future 2026 Euro Series Round 1 yang digelar di Sirkuit La Conca, Muro Leccese, Italia, pada 1–4 April 2026. Tergabung bersama tim kuat Prema Racing, Oliver menghadapi persaingan super ketat dengan total 93 pembalap dari 40 negara.
Namun perjalanan Oliver menuju hasil manis ini tidaklah mudah. Justru, ia harus melewati rangkaian sesi yang penuh tantangan sejak awal.

Pada sesi qualifying heats, performa Oliver sebenarnya cukup kompetitif meski belum maksimal. Ia mencatatkan hasil:
Heat C-D: Start P7, DNF (-1 lap)
Heat C-F: Start P7, Finish P4
Heat C-E: Start P7, Finish P5
Heat A-C: Start P8, Finish P4
Heat B-C: Start P8, Finish P4
Dari hasil tersebut, Oliver harus puas berada di posisi ke-29 secara keseluruhan dari 93 peserta—posisi yang jelas belum aman untuk menghadapi fase berikutnya.
Drama berlanjut di sesi super heat. Memulai balapan dari posisi ke-29, nasib sial justru menghampiri. Insiden di awal lomba membuat gokart Oliver bermasalah hingga mesinnya mati. Ia pun gagal menyelesaikan bahkan satu lap pun. DNF di momen krusial ini sempat memicu luapan emosi yang tak terhindarkan.

Hal ini juga diakui langsung oleh Oliver melalui unggahan di Instagram pribadinya:
“An incident leads to the overall results below my expectation, but that’s how racing goes. With a lot to learn from this race, let’s focus on the next one!” tulis Oliver, dikutip dari Instagram pribadinya.

Tak ingin larut dalam kekecewaan, Oliver benar-benar membuktikan mentalitasnya di sesi final. Memulai balapan dari posisi ke-34—atau posisi ketiga dari belakang—ia langsung tancap gas sejak lampu start padam. Strateginya jelas: agresif sejak awal dan terus menjaga momentum.
Hasilnya mulai terlihat. Memasuki lap ke-11, Oliver sudah merangsek naik ke posisi 20. Di tengah persaingan yang super ketat dan penuh kontak antar pembalap, ia tetap konsisten menjaga ritme dan terus menekan.
Puncaknya terjadi di lap ke-15, saat Oliver sempat mencatatkan fastest lap dengan waktu 49.198 detik, sebelum akhirnya dipatahkan oleh rekan setimnya di Prema Racing, Lucas Palacio, dengan catatan 48.989 detik.
Setelah menyelesaikan 20 lap balapan, Oliver berhasil finis di posisi ke-18. Namun, setelah hasil resmi dirilis, ia naik satu peringkat ke posisi ke-17 akibat penalti yang diterima pembalap lain.

Yang paling mencuri perhatian? Oliver dinobatkan sebagai Biggest Mover, setelah melesat 17 posisi dari start P34 ke finish P17—sebuah bukti nyata determinasi dan daya juangnya di lintasan.

Di balik performa impresif tersebut, sang ayah, Rito Sini, mengungkapkan bahwa Oliver sempat mengalami kendala adaptasi, khususnya terkait karakter ban yang digunakan.
“Memang Olie di sesi kemarin terlalu nafsu dan banyak melakukan kesalahan. Soalnya di Champions of the Future ini berbeda dengan event sebelumnya. Di sini pakai ban Maxxis yang karakternya beda. Harus lebih smooth, lebih kalem, tidak bisa dipaksa,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa Oliver sempat mendapat masukan langsung dari pelatihnya.
“Coach-nya bilang sebenarnya speed Olie sudah ada, tapi dia kurang sabar, terlalu agresif, dan masih banyak unnecessary move,” tambah Rito.
Dengan evaluasi tersebut, Oliver kini punya bekal penting untuk tampil lebih matang. Terlebih, ia akan langsung kembali ke lintasan dalam waktu dekat. Pekan depan, Oliver dijadwalkan tampil di ajang FIA European Championship yang masih berlangsung di Sirkuit La Conca pada 9–12 April 2026. (Fajar Eko/Foto : Dok. Oliver Sini)
