gilabalap.com – Mantan pereli nasional yang cukup bersinar di era 1980-an Aswin Bahar tutup usia pada Minggu (25/12). Aswin meninggal dunia di usia ke-70 tahun akibat penyakit kanker yang telah lama dideritanya.
Di masa emasnya, Aswin Bahar selalu menjadi pembalap jajaran teratas tanah air di kejuaraan-kejuaraan level nasional dan beberapa kali menyabet gelar juara nasional. Bahkan Aswin juga hadir di banyak kejuaraan internasional.
“Kita telah kehilangan sosok penting dan berpengaruh dalam dunia balap tanah air. Beliau adalah sosok yang memiliki komitmen tinggi dalam olahraga otomotif,” ujar Jeffrey JP, Sekjen PP IMI.
“Sakitnya memang sudah lama, tapi beberapa bulan terakhir belia tidak pernah mengeluh dan bahkan masih aktif membantu kegiatan-kegiatan IMI,” sambung Jeffrey.
Hal yang paling menonjol dari cerita hidup Aswin Bahar adalah darah pembalap sangat kental di keluarganya. Di bawah didikan Aswin, sang anak Alvin Bahar saat ini muncul sebagai salah satu pembalap terbaik tanah air yang tak terkalahkan di ajang Kejurnas Indonesia Touring Car Championship (ITCC) Sentul.
Tidak sampai disitu, darah pembalap dari Aswin Bahar juga diteruskan oleh sang cucu yang tidak lain adalah putra Alvin Bahar yang bernama Ahmad Avila.
Ahmad Avila yang memulai debut balapan di tahun 2016 ini bahkan langsung mencuri perhatian dengan mengunci gelar runner up di ajang Honda Brio Speed Challenge (HBSC) 2016 kelas promotion.
Ya, Aswin Bahar telah menghadap yang maha kuasa, setidaknya publik dan pencinta motorsport tanah air masih bisa melihat bakat-bakat hebat dari generasi baru sang “Godfather”. Selamat jalan Aswin Bahar.
foto (ist)
