Gilabalap.com – Razaiq Motorsport memulai musim 2026 dengan semangat baru saat tampil dalam Event Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, pada 12-14 Juni 2026.
Tim balap asal Kota Malang tersebut datang dengan komposisi pembalap yang cukup menarik. Beberapa nama yang sudah dikenal di dunia motorsport nasional bergabung memperkuat skuad Razaiq Motorsport musim ini, di antaranya Emmanuelle Adwitya Amandio, Daffa AB, dan Junus Danuatmodjo.

Ki-Ka : Rizky Rafi Thamrin, Daffa AB, E.Amandio
Pada seri pembuka ini, Razaiq Motorsport menurunkan Rizky Rafi Thamrin di kelas Krida Agya OMR dan ITCR 1200, E. Amandio serta Junus Danuatmodjo di ITCR 1200, Daffa AB di ITCR 1200 dan ITCR 1500, serta Apip Ginanjar yang tampil di kelas ISTCR 3600.
Hasil positif langsung diraih tim pada balapan pertama. Rizky Rafi Thamrin berhasil finis sebagai juara kelas Krida Agya OMR Non-Seeded dan menempati posisi kedelapan ITCR 1200 Non-Seeded. Sementara itu, Apip Ginanjar tampil impresif dengan meraih posisi kedua overall ISTCR 3600 sekaligus menjadi juara Non-Seeded dan Kejurnas.

Di kelas ITCR 1200, Daffa AB finis di posisi kelima Seeded A dan posisi keempat ITCR 1500 Seeded A. Sedangkan E. Amandio dan Junus Danuatmodjo masing-masing mengakhiri balapan di posisi keempat dan kelima kelas ITCR 1200 Seeded B.
Memasuki balapan kedua, Apip Ginanjar kembali menjadi bintang bagi Razaiq Motorsport. Tampil impresif di kelas ISTCR 3600, Apip sukses meraih kemenangan overall sekaligus mengakhiri dominasi Alvin Bahar dari Honda Racing yang selama ini selalu leading P1 dikelas ISTCR 3600. Tak hanya itu, pembalap bernomor #68 tersebut juga menyapu bersih posisi terdepan di kategori Non-Seeded dan Non-Kejurnas, melengkapi akhir pekan yang nyaris sempurna bagi tim asal Malang tersebut.

Sementara itu, Junus Danuatmodjo berhasil mempersembahkan podium kedua di kelas ITCR 1200 Seeded B. Rizky Rafi Thamrin finis di posisi kelima Krida Agya OMR Non-Seeded dan posisi keenam ITCR 1200 Non-Seeded.
Sayangnya, keberuntungan belum berpihak kepada Daffa AB dan E. Amandio. Keduanya harus mengakhiri balapan lebih awal akibat kendala yang menyebabkan status DNF pada race kedua.

Meski demikian, Team Manager Razaiq Motorsport, Kusuma Sembadha, menilai seri perdana ini menjadi modal penting untuk membangun chemistry tim yang memiliki komposisi baru pada musim 2026.
“Untuk evaluasi tim di seri perdana kali ini, mengingat formasi tim baru menyatu di tahun ini, baik Amandio, Daffa, Rafi Thamrin dan Pak Junus. Jadi kinerja harus lebih ekstra lagi untuk hasil yang lebih baik. Juga setting mobil yang lebih perfect lagi untuk 1200-nya agar semuanya kalau bisa berada di front row,” ujar Kusuma Sembadha.

Ia juga menyoroti performa mobil ITCR 1500 yang sebenarnya cukup kompetitif setelah berhasil mencatatkan pole position saat sesi kualifikasi.
“Untuk 1500 kemarin hasil QTT-nya sudah oke, bisa dapat pole position. Cuma pas race lagi apes saja karena ada kendala teknikal, akhirnya tidak bisa finish,” tambahnya.
Dengan kombinasi pembalap berpengalaman dan sejumlah hasil menjanjikan di seri pembuka, Razaiq Motorsport kini menatap putaran berikutnya dengan optimisme lebih besar untuk bersaing di barisan depan Kejurnas Balap Mobil 2026. (Fajar Eko/Foto: Dok. Razaiq Motorsport)
