Gilabalap.com – Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 yang berlangsung di Pertamina International Circuit, Lombok, pada 13-14 Juni lalu menjadi momen spesial bagi pembalap muda asal Sulawesi Utara, Rexking David Givloay Luntungan. Di usianya yang baru menginjak 15 tahun, Rexking menjalani debut perdananya di dunia balap touring car dengan hasil yang cukup menjanjikan.
Membawa nama IMI Sulawesi Utara (Sulut), Rexking turun di kelas Krida Agya One Make Race (OMR). Meski baru pertama kali mencicipi atmosfer balap touring car, ia mampu menunjukkan performa kompetitif dan bersaing dengan para pembalap yang jauh lebih berpengalaman.

Menurut sang ayah, Santy Luntungan, perjalanan Rexking menuju lintasan Mandalika bukan tanpa tantangan. Persiapan yang terbilang singkat membuat target awal cukup sederhana, yakni menyelesaikan balapan dengan baik.
“Ia benar-benar baru pertama kali turun di balap touring car. Basic-nya dari slalom dan selama ini ikut Kejurnas Slalom U23 SMN,” ungkap Santy.

Namun seiring berjalannya akhir pekan balap, perkembangan Rexking terlihat cukup signifikan. Adaptasi yang cepat terhadap karakter mobil maupun sirkuit membuat target awal sekadar finis perlahan berubah menjadi hasil yang lebih membanggakan.
“Target awal sebenarnya bisa finis saja dulu karena baru pertama kali. Tapi melihat progresnya, Rexking ternyata bisa beradaptasi. Yang masih perlu dibenahi adalah fisiknya karena kemarin terlihat di seri 1 dan seri 2 yang berlangsung marathon, dia mulai kedodoran,” lanjut Santy.
Hasilnya pun cukup membesarkan hati. Pada balapan seri pertama yang berlangsung Sabtu, Rexking sukses meraih posisi ketiga kategori Non-Seeded. Sementara pada seri kedua yang digelar Minggu, ia kembali menunjukkan konsistensinya dengan finis di peringkat kelima Non-Seeded.


Modal yang dimiliki Rexking dari dunia slalom ternyata memberikan pengaruh besar terhadap penampilannya di lintasan sirkuit. Kemampuan membaca karakter mobil dan merasakan gejala understeer maupun oversteer menjadi salah satu keunggulan yang membantunya beradaptasi lebih cepat.
“Slalom cukup membantu dia untuk penguasaan handling. Dia bisa mendapatkan feeling saat mobil mulai understeer atau oversteer,” jelas Santy.
Menariknya, selama sesi persiapan di Mandalika, Rexking juga sempat mendapatkan masukan langsung dari pembalap nasional Haridarma Manoppo. Koreksi yang diberikan terbukti membantu peningkatan catatan waktunya saat sesi latihan resmi.

“Saat sebelum Official Practice sempat dikoreksi oleh Haridarma, makanya ketika official practice waktunya bisa meningkat. Sebelumnya juga sempat latihan gokart di Sentul dan dilatih langsung oleh Haridarma,” tambahnya.
Melihat perkembangan yang ditunjukkan sang putra, sang ayah pun berencana melanjutkan program balap sepanjang musim. Murid kelas 10 Manado Independence School (MIS) ini ditargetkan tampil pada putaran ketiga MFoS serta mengikuti kelas Indonesia Touring Car Race (ITCR) 1200 untuk menambah jam terbangnya di arena touring car nasional.
“Kami ingin ikut seri ketiga dan berusaha menjalani satu musim penuh. Selain itu juga akan mencoba turun di ITCR 1200. Targetnya di OMR atau ITCR bisa menembus waktu 2 menit 5 detik. Kemarin saat sesi kualifikasi Rexking masih mencatatkan waktu 2 menit 7 detik,” ujar Santy.

Ternyata bakat balap Rexking memang bukan datang begitu saja. Ia merupakan putra dari Santy Luntungan, mantan Ketua DPRD Kota Bitung yang juga dikenal sebagai mantan Juara Nasional Slalom. Tak hanya berprestasi di slalom, Santy juga memiliki pengalaman panjang di dunia drag race dan offroad.
Dengan usia yang masih sangat muda serta progres yang terus meningkat, nama Rexking David Luntungan layak menjadi salah satu talenta yang patut diperhatikan dalam persaingan balap touring car nasional beberapa musim ke depan. Debutnya di Mandalika menjadi langkah awal yang menjanjikan menuju perjalanan karier yang lebih panjang di dunia motorsport Indonesia. (Fajar Eko/Foto: Dok.Rexking)
