Gilabalap.com – Pembalap muda asal Sulawesi Selatan, Joaquin Gavriel Wijaya, atau yang akrab disapa Jojo, menutup musim debutnya di Kejuaraan Nasional ESHARK ROK Cup Indonesia 2026 dengan hasil membanggakan.
Turun bersama GP Racing Team di kelas Junior, Jojo berhasil mengamankan dua podium pada seri final yang berlangsung di Sentul Karting Circuit, Bogor, 5–6 September 2026.

Pada Round 6 tersebut, Jojo sukses meraih juara 3 Junior ROK Newbie sekaligus juara 1 Junior ROK Non Seeded. Hasil ini menjadi penutup manis dari perjalanan panjangnya sepanjang musim 2026.
Menariknya, tahun ini merupakan musim pertama Jojo mengikuti Kejurnas karting. Meski berstatus pendatang baru, performanya justru menunjukkan perkembangan yang konsisten dari satu seri ke seri berikutnya.
“Hasilnya cukup baik di tahun pertama ikut kejurnas karting. Round 1 sampai Round 6, puji Tuhan selalu naik podium setiap round-nya dari kategori Junior ROK Newbie dan Non Seeded,” ujar Jojo.

Konsistensi tersebut menjadi modal penting bagi Jojo untuk melangkah ke level berikutnya. Tidak hanya berencana kembali tampil di Kejurnas karting, pembalap muda ini juga membuka peluang untuk memperluas pengalamannya di ajang internasional.
“Tahun depan ikut kejurnas karting dan ikut juga kejuaraan Asia ROK atau IAME Series. Untuk agendanya masih mau dibicarakan dulu sama bapak,” lanjutnya.

Perkembangan Jojo Dinilai Sangat Positif
Manajer GP Racing Team, Sofyan Latif, yang akrab disapa Yaya, melihat perkembangan Jojo sepanjang musim pertamanya sebagai sesuatu yang sangat positif.
Menurut Yaya, Jojo menunjukkan progres yang signifikan sejak awal musim. Namun, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang perlu dibenahi agar kemampuannya semakin matang dan siap menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
“Jojo sangat progres banget. PR-nya adalah semangat dan keinginan yang kuat untuk menjadi pegokart profesional,” kata Yaya.

Memasuki musim 2027, tim juga telah menyiapkan sejumlah evaluasi yang diharapkan bisa membuat performa Jojo semakin berkembang.
“Ada beberapa PR yang sudah saya catat untuk Jojo hadapi musim 2027, supaya lebih baik dan prestasinya juga lebih baik lagi dari tahun ini,” tambahnya.
Bagi Jojo, musim 2026 bukan sekadar tentang mengejar hasil balapan. Tahun pertamanya di Kejurnas menjadi proses penting untuk mengumpulkan pengalaman, memahami karakter persaingan di kelas Junior, sekaligus membangun mental sebagai seorang pegokart.

Dengan konsistensi podium yang berhasil diraih sepanjang enam putaran, Jojo kini memiliki fondasi yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Jika rencana mengikuti Kejurnas sekaligus kompetisi Asia benar-benar terealisasi pada 2027, persaingan yang dihadapi tentu akan semakin berat. Namun, pengalaman yang didapat sepanjang musim debut bisa menjadi bekal berharga bagi pembalap muda asal Sulawesi Selatan tersebut.

Menutup perjalanannya di musim 2026, Jojo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap kariernya.
“Terima kasih untuk Bapak dan Mama, keluarga besar saya, Om Yaya, Om Haridarma, Flady Malik, Daffa AB, Om Uut, Om Bernat, Om Cici (James Sanger), Rifal, dan semuanya yang sudah support saya selama ini,” tutup Jojo.
Musim debut telah dilalui dengan catatan positif. Kini, tantangan berikutnya adalah bagaimana Jojo mampu mempertahankan konsistensi, memperbaiki kekurangan, dan melangkah lebih jauh pada musim 2027. (Jw/Foto : Fajar Eko)
