Rama Danindro Sambut Petualangan Baru di Ferrari Challenge 2018

gilabalap.com – Nama Rama Danindro memang lebih dulu dikenal di ajang gokart, pembalap yang beberapa kali menjadi wakil Indonesia di kejuaraan dunia gokart ini bakal menjalani petualangan barunya di ajang balap bergengsi yaitu Ferrari Challenge Asia Pacific (APAC) 2018.

Bagi Rama, ini merupakan kali pertama baginya balapan menggeber Ferrari. Karena itu ia pun belum berani mengumbar target.

“Saya excited banget, apalagi ini pertama kalinya balapan Ferrari Challenge yang digelar barengan dengan balap F1. Target saya sih mudah-mudahan bisa podium,” kata Rama kepada redaksi gilabalap.com.

Sementara itu, nantinya Rama sendiri akan berkompetisi di kelas Trofeo Pirelli yang merupakan kelas tertinggi di Ferrari Challenge.

“Lawannya cukup sulit karena di kelas Trofeo Pirelli ini lawannya pembalap-pembalap pro yang sudah 2-3 tahun balapan di Ferrari Challenge,” lanjut Rama.

Tampilnya Rama di Ferrari Challenge juga disambut positif oleh Ade Satyaningtyas selaku manajer. “Senang banget lihat Rama bisa come back setelah sempat berhenti walaupun tahun-tahun lalu masih suka balap gokart, tapi untuk tahun ini dia akan turun full series di Ferrari Challenge Asia Pacific 2018,” jelas Ade.

Rama Danindro menjadi salah satu dari lima pembalap Indonesia yang akan tampil di Ferrari Challenge APAC 2018. Di kelas Trofeo Pirelli, Rama akan berduet dengan Renaldi Hutasoit.

Umumkan Mundur dari IXOR 2018, Julian Johan Siapkan Kejutan

gilabalap.com – Jelang musim balap 2018, Julian Johan merilis pengumuman yang cukup mengejutkan. Offroader nasional sekaligus brand ambassador GT Radial ini menegaskan dirinya akan berhenti alias tidak akan berkompetisi di kejuaraan nasional Speed Offroad yang berlabel Indonesia Xtreme Offroad Racing (IXOR) 2018.

Jeje menjelaskan ada beberapa hal yang membuatnya memutuskan stop berkompetisi di kejurnas Speed Offroad IXOR. Salah satunya adalah tahun ini Jeje ingin memberi kontribusi untuk cabang balapan Adventure Offroad yang notabene adalah cabang olahraga otomotif yang lebih dulu membesarkan namanya.

“Alasan utama saya absen di IXOR 2018 karena ditahun ini saya mencoba kembali aktif di dunia adventure offroad, dan berperan lebih diantara komunitas 4×4 yang ada di Indonesia. Bagaimanapun juga saya lahir dari komunitas adventure offroad, lalu baru kemudian merambah ke speed offroad. Sepertinya sekarang saatnya saya untuk berkontribusi balik. Terutama setelah saya aktif mengisi konten di Youtube, mungkin sedikit banyak, ada yang bisa saya kasih ke komunitas penggemar dunia 4×4 dan offroad,” kata Jeje kepada redaksi gilabalap.com.

Meski tak lagi tampil di IXOR tahun ini, Jeje yang masih menjadi brand ambassador GT Radial ternyata masih menyimpan kejutan.

“Saya akan tetap mengikuti kejuaraan nasional sprint rally. Selain itu, dalam waktu dekat mungkin saya bisa mengumumkan juga program balap saya yang lain. Saat ini sedang dalam tahap finalisasi,” beber Jeje.

jejeahsrt

F1 Larang Adanya Grid Girls, Niki Lauda: Mereka Sudah Gila

gilabalap.com – Salah satu legenda hidup Formula 1, Niki Lauda ikut berkomentar soal kebijakan penyelenggara F1 yang tidak lagi menggunakan wanita cantik di lintasan F1 atau yang biasa disebut grid girls.

Menurut Lauda kebijakan ini adalah kebijakan yang menentang hak wanita untuk terlibat dalam olahraga F1.

Bahkan, Lauda berharap seharusnya penyelenggara F1 bisa lebih banyak melibatkan wanita dan malah bukan membatasi keberadaan mereka di F1.

“Ini adalah kebijakan yang menentang wanita. Keputusan ini tidak memberikan apa-apa untuk F1 dan juga tidak memberikan apapun terhadap kaum perempuan. Betapa bodohnya mereka, apakah mereka gila?” tegas Lauda.

“Saya berharap ada cara untuk merevisi kebijakan ini. Saya tidak keberatan melihat anak laki-laki di grid didampingi gadis grid. Kenapa tidak,” pungkasnya.

“Jika anda melanjutkan keputusan ini, maka tidak akan ada lagi Cheerleaders yang tersisa di Amerika,” tutup Lauda.

Pro dan kontra soal grid girls sendiri akhirnya mendapat respon dari Liberty Media yang menyatakan di musim 2018, F1 masih akan menggunakan grid girls. Sementara untuk musim 2019 masih akan dibahas ulang.

Lawan Berat di Ferrari Challenge 2018, Renaldi Hutasoit Sebut Satu Nama

gilabalap.com – Usai vakum di tahun 2017, Renaldi Hutasoit kembali berkompetisi di Ferrari Challenge Asia Pacific 2018 dan membela tim Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, Aldi sapaan akrab Renaldi merupakan runner up dua musim beruntun (2015-2016), di dua musim tersebut ia nyaris merebut gelar juara umum namun pada akhirnya harus mengakui keunggulan pembalap asal Australia, Steve Wyatt.

Tahun ini, Wyatt dikabarkan sudah tidak berkompetisi, sehingga peluang Aldi meraih gelar juara tentunya terbuka lebar.

Meski demikian, Aldi juga belum mau sesumbar, meski pun mematok target podium di setiap balapan, namun ia masih punya lawan yang cukup tangguh di kelas tertinggi yakni Trofeo Pirelli.

“Saya belum bisa memprediksi peta persaingannya seperti apa. Tapi yang pasti tetap akan menarik karena di kelas ini diisi oleh pembalap-pembalap yang punya pengalaman,” ujar Aldi kepada redaksi gilabalap.com.

Adapun nama yang disebut Aldi adalah Philipe Prette, salah satu lawan berat di musim 2015-2016. “Steve Wyatt sudah tidak ikut. Tapi Philipe Prete pesaing di tahun 2016 masih ikut. Dan di tahun kemarin (2017) dia juarannya, jadi sepertinya tetap akan menarik persaingan tahun ini,” tutupnya.

Kamaditya, Jagoan Baru Tim Indonesia di Ferrari Challenge 2018

gilabalap.com – Tahun 2018 ini, Ferrari Indonesia Team bakal menurunkan total lima pembalap di ajang Ferrari Challenge Asia Pacific (APAC). Mereka adalah Renaldi Hutasoit, Rama Danindro, Adit Kamaditya serta dua pembalap lain yang belum diumumkan.

Pencinta motorsport tanah air mungkin sudah tak asing dengan nama Renaldi Hutasoit, dan Rama Danindro yang memang sudah punya track record dalam kancah balap nasional dan internasional. Akan tetapi bagi, Adit Kamaditya, ini merupakan kali pertamanya ia tampil balapan di ajang internasional dengan kendaraan super car Ferrari.

Jelang debutnya, Kamaditya sendiri belum ingin mematok target tinggi. Ia mengaku terus belajar dari para senior seperti Renaldi Hutasoit.

“Tentunya saya sangat excited bisa berkompetisi disini. Saya akan banyak belajar,” ujar Kamaditya.

“Karena memang di balapan ini stamina juga sangat menentukan, beradaptasi dengan sirkuit serta memperhitungkan segala macam resiko,” sambungnya.

Di Ferrari Challenge APAC 2018 ini, Kamaditya bakal tampil di kelas Shell AM yang merupakan kelas dengan jumlah peserta terbanyak. Tak hanya itu, di ajang Ferrari Challenge APAC 2018 mobil yang digunakan adalah Ferrari 488 challenge menggantikan mobil sebelumnya Ferrari 458 challenge.

Tahun 2018, Debut Renaldi Geber Ferrari 488, Lebih Kencang dari Mobil Sebelumnya

gilabalap.com – Vakum di tahun 2017 kemarin, Renaldi Hutasoit akhirnya kembali berlaga di ajang Ferrari Challenge Asia Pacific (APAC) 2018 bersama 4 rekan pembalap baru di tim Ferrari Indonesia.

Renaldi yang merupakan runner up Ferrari Challenge tahun 2015 dan 2016 mengaku cukup bergairah untuk memulai balapan, hal itu dikarenakan tahun ini ia tidak lagi balapan dengan Ferrari 458 melainkan dengan Ferrari 488 yang diatas kertas memiliki performa yang lebih baik.

“Sebenarnya mobil ini (Ferrari 488) sudah dipakai tahun 2017, tapi saya kan vakum tahun kemarin. Jadi ini pertama kali juga buat saya balapan pakai 488,” kata Aldi, sapaan akrab Renaldi Hutasoit kepada redaksi gilabalap.com.

Secara performa, Ferrari 488 jauh lebih bertenaga dibandingkan dengan Ferarri 458. Dari hasil tes di sirkuit Fiorano Italia, 488 lebih cepat 1 detik, sedangkan untuk di Sirkuit F1 seperti Sepang, 488 bisa lebih cepat hingga 2,5 detik.

Adapun hal yang paling ingin dirasakan Aldi adalah pengembangan yang dilakukan Ferrari terhadap 488 tersebut. “Torsinya lebih gede, meski begitu Ferrari merancang mobil ini saat keluar tikungan lalu kita ngegas mobil ini bisa sangat mencengkram (menggigit). Itu yang saya tunggu untuk ngerasain,” lanjut Aldi.

Sementara itu, Louis Colmache, Head of Corse Clienti Asia Pacific menjelaskan bahwa pengembangan Ferrari 488 Challenge sangat total. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman terbaik dari DNA balap yang dimiliki Ferrari kepada para peserta.

“Mobil ini tenaganya jauh lebih baik, torsinya lebih besar 41 persen dibandingkan 458 challenge. Aerodinamika juga jauh lebih maksimal,” ungkapnya.

Tahun ini, Ferrari Challenge menggelar 7 putaran sepanjang tahun 2018. Putaran terakhir merupakan seri final yang digelar di Monza Italia dimana peserta dari 3 regional berbeda yaitu Asia pasifik, Eropa, dan Amerika Utara.

Renaldi Hutasoit bersama tim Ferrari Indonesia

ferrari indonesia

Ini Dia Jadwal Lengkap Ferrari Challenge Asia Pacific 2018

gilabalap.com – Tim Ferrari Indonesia Team kembali dipastikan tampil di kejuaraan Ferrari Challenge Asia Pacific (APAC) 2018. Musim ini,

Ferrari Challenge APAC 2018 bakal dihelat sebanyak tujuh seri sepanjang tahun. Seri perdana bakal digelar di Sirkuit Melbourne, Australia pada tanggal 22-25 Maret 2018 berbarengan dengan seri pembuka Formula 1 2018.

Usai di Melbourne, seri Ferrari Challenge berlanjut di Sirkuit Hampton Downs, New Zealand, lalu ke Shanghai, Fuji, Suzuka, dan Singapura. Tahun ini seri final yang biasa disebut Finali Mondiali dihelat di Sirkuit Monza, Italia.

Untuk seri final Monza, semua jagoan dari masing-masing regional seperti Asia Pasifik, Eropa, dan Amerika akan diadu untuk menentukan pembalap terbaik.

Sedikit berbeda, tahun ini Ferrari Challenge tidak singgah ke Sirkuit Sepang.

Jadwal resmi Ferrari Challenge APAC 2018:

Melbourne, AUS 22 Maret – 25 Maret 2018 – F1 Weekend
Hampton Downs, NZD 2 April – 15 April 2018
Shanghai, CHN 24 Mei – 27 Mei 2018 – Ferrari Racing Days
Fuji, JPN 28 Juni – 1 Juli 2018 – Ferrari Racing Days
Suzuka, JPN 23 Agustus – 25 Agustus 2018
Singapore 14 September – 16 September 2018 – F1 Weekend
Monza, ITA 1 November – 4 November 2018

Ferrari Challenge APAC 2018: Tim Ferrari Indonesia Bawa 5 Pembalap, Renaldi Masih Andalan

gilabalap.com – Ferrari Indonesia Team akan kembali menjadi penantang di kejuaraan Ferrari Challenge Asia Pacific (APAC) 2018. Sedikit spesial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di musim 2018 ini tim Ferrari Indonesia bakal menurunkan total sebanyak lima pembalap. Dari lima pembalap tersebut, runner up Ferrari Challenge dua musim beruntun (2015-2016) Renaldi Hutasoit masih menjadi andalan.

CEO Ferrari Jakarta, Arie Christopher menjelaskan tahun ini merupakan angka terbanyak Ferrari Indonesia menurunkan jumlah pembalap. “Total tahun ini ada 5 pembalap dan 3 mobil. Angka ini merupakan angka tertinggi yang pernah kami kirimkan selama partisipasi kita di Ferrari Challenge. Kami yakin bahwa kami bisa meraih banyak kemenangan. Dengan mengirimkan lebih banyak mobil dan banyak pembalap papan atas adalah usaha kami untuk mengibarkan merah putih di kancah dunia,” kata Arie Christopher, di markas Ferrari Jakarta yang berlokasi di gedung MRA, Jakarta Selatan, Rabu (7/2).

Sementara itu, Renaldi Hutasoit yang akan menjadi pentolan tim Indonesia mengaku siap mengusung target podium. “Saya sudah vakum setahun, dan untuk target tentu sama dengan tahun-tahun lalu dimana kita adalah langganan podium. Saya belum bisa memprediksi soal bagaimana kompetisinya, tapi tentunya kita akan melakukan yang terbaik,” ujar Aldi kepada redaksi gilabalap.com.

Selain Renaldi Hutasoit yang akan tampil dikelas paling bergengsi Trofeo Pirelli, beberapa pembalap lain yang sudah di umumkan antara lain, Kamaditya dan Rama Danindro. “Untuk dua pembalap lagi nanti akan kita umumkan, untuk saat ini belum bisa kita bocorkan. Yang pasti orang Indonesia,” pungkas Arie Christopher.

Adapun seri pembuka Ferrari Challenge Asia Pacific 2018 rencananya bakal digelar pada tanggal 22-25 Maret mendatang di Sirkuit Melbourne, Australia berbarengan dengan seri pembuka Formula 1 2018.